Perjuangan Persatu, Mengukir Sejarah Baru

0
1655

KoniTuban.com – Masyarakat Kabupaten Tuban kini bisa berbangga hati. Kesebelasan yang menjadi kebanggaan Bumi Wali, Persatu Tuban sukses menorehkan tinta emas di kancah sepak bola nasional. Tim berjuluk “Laskar Ronggolawe” itu mendapat satu tiket promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia 2015.

Prestasi ini merupakan pencapaian tertinggi Persatu Tuban, sejak berdiri pada 17 Oktober 1975 silam. Bahkan tim besutan Edi Sutrisno itu menjadi tim pertama yang mendapat tiket promosi ke Divisi Utama dari babak delapan besar Liga Nusantara 2014, setelah menundukan Persibas Banyumas dengan skor 3-2 pada laga kedua Grup 12 di Stadion Sultan Agung, Bantul beberapa waktu lalu.

Bersama Persatu Tuban, terdapat 5 tim dari Liga Nusantara 2014 yang juga naik kasta ke Divisi Utama 2015. Diantaranya Perssu Sumenep, Perserang Serang, PS Bandung (dari grup 11), Laga FC Surabaya, dan Persibas Banyumas (dari grup 12). Keenam tim ini menyusul 2 tim dari Divisi I 2014, yang sudah lebih dulu memastikan diri promosi, yaitu Cilegon United FC (Juara Divisi I 2014) dan Persibat Batang (Runner-up Divisi I 2014).

Menurut Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, kesuksesan timnya tidak diperoleh secara instan. Persatu yang hanya diperkuat pemain-pemain lokal asli Tuban berjuang mulai dari level terendah, yaitu Divisi III. Namun berkat tekad yang kuat dan semangat dari pihak manajemen serta para pemain, Persatu Tuban yang awalnya hanya berlaga di Divisi III terus mengalami promosi hingga akhirnya kini tembus masuk Divisi Utama 2015.

Kesuksesan Persatu Tuban ini diakui Fahmi Fikroni tidak lepas dari perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Perkembangan bidang olahraga di Kabupaten Tuban saat ini memang sedang mendapat perhatian lebih. Terbukti beberapa Cabang Olahraga (Cabor) seperti sepak bola, renang, sepatu roda, dan panahan, sudah mampu bersaing di tingkat nasional.

Upaya Pemkab Tuban meningkatkan prestasi olahraga dengan menggenjot anggaran dana untuk beberapa Cabor mulai membuahkan hasil. Persatu Tuban yang berpuluh-puluh tahun hanya berkutat di liga amatir, akhirnya berhasil menembus liga profesional Divisi Utama 2015. Kesuksesan ini diakui pihak manajemen Persatu terwujud setelah mereka mendapat suntikan dana senilai kurang lebih Rp 1 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) tahun 2010.

“Suntikan dana untuk Persatu Tuban mulai dipikirkan anggarannya. Karena salah satu visi-misi Bupati adalah perkembangan olahraga yang ada di Tuban. Untuk olahraga sepak bola sendiri dengan tujuan mengangkat nama Kabupaten Tuban di level nasional,” jelas Fahmi Fikroin kepada FormaSi, belum lama ini.

Untuk itu Persatu Tuban diharapkan tidak terlena dan puas dengan prestasi yang sudah diraih sekarang ini. Para pendukung Persatu yang dikenal dengan sebutan “Ronggomania” berharap besar, tim kebanggaannya mampu terus mengukir prestasi dan promosi ke kasta liga tertinggi atau QNB League.

Diungkapkan Roni, beberapa masalah dihadapi Persatu Tuban menjelang bergulirnya musim kompetisi Divisi Utama 2015. Salah satunya terkait kekurangan anggaran dana untuk biaya operasional selama satu musim kompetisi. Sampai sejauh ini Persatu hanya memiliki dana yang merupakan sisa dari dana sebelumnya. Padahal diperkirakan total biaya yang dibutuhkan untuk gaji pemain, transportasi dan akomodasi laga tandang, serta operasional lainnya mencapai Rp 5 milar.

Untuk menutup kekurangan anggaran tersebut, manajemen Persatu mencoba mencari sponsor dengan menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tuban. Sampai sejauh ini sudah ada lampu hijau dari beberapa perusahaan besar, seperti Lintas Samudra, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dua Berlian, dan Telkomsel.

“Harapan manajemen Persatu agar perusahaan-perusahaan yang ada di Tuban bisa memberikan dukungan kerjasama bagi Persatu, selain itu juga dukungan moril dari seluruh masyarakat di Kabupaten Tuban, agar prestasi Persatu semakin terus meningkat dan benar-benar menjadi kebanggaan, khususnya di Kabupaten Tuban.

Diprediksi, persaingan di Divisi Utama musim kompetisi 2015 ini nanti akan berlangsung sangat ketat. Sebab 5 tim dari total 10 tim yang menghuni satu grup akan terdegradasi kembali ke Liga Nusantara. Tim-tim yang terdegradasi tersebut merupakan tim penghuni dasar klasemen, karena tidak mampu bersaing.

Meski terkendala dana, skuad Persatu Tuban di bawah komando pelatih Edi Sutrisno, masih optimis bisa bersaing dan bertahan di Divisi Utama 2015. Beberapa rencana telah dirancang sang pelatih agar anak asuhannya selalu tampil percaya diri dan menunjukan permainan terbaiknya sepanjang musim kompetisi. Selain itu pemain juga diberi latihan-latihan khusus untuk membentuk kerjasama tim. Menjelang dimulainya kompetisi, skuad Persatu kini mengagendakan latihan rutin 2 hari sekali.

“Jadi kita maksimalkan sampai program berjalan sampai memenangkan kompetisi nanti. Untuk tahapan latihan tim Persatu tuban ini sudah face ketiga, sementara face keempat nanti secara umum. Kita latihan untuk pola apa yang kita pakai maka kita akan membenahi fisik tehnik dan game. Minggu berikutnya kita akan menentukan pola dan strategi apa yang kita pakai dalam persiapan kompetisi Divisi Utama nanti,” jelas pelatih Persatu Tuban, Edi Sutrisno.

“Dengan adanya uji coba dengan tim yang lebih kuat, maka setidaknya akan kita lihat kendala apa yang paling mencolok di mata manajemen termasuk saya sebagai pelatih, dengan demikian maka kendala-kendala itu dapat kita tutupi hingga permainan tim Persatu dapat maksimal dan enak dilihat,” terang pelatih asal Malang, saat berbincang dengan majalah Formasi.

Dukungan terhadap Persatu Tuban juga diberikan Ronggomania. Mereka berjanji akan selalu hadir untuk memberi dukungan di stadion tempat Persatu bertanding. Bahkan bila nanti Persatu melakoni laga kandang, ribuan Ronggomania siap menghijaukan tribun penonton Stadion Lokajaya Tuban.

“Jika banyak yang memberikan dukungan dan memberikan semangat terhadap tim Persatu, maka para pemain tentu saja akan lebih semangat dan pasti lebih percaya diri untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan. Sehingga jika nanti tim Persatu bertanding di kandang sendiri, meski hanya pertandingan uji coba melawan tim yang lebih kuat, maka hadirilah dengan melihat secara langsung di lapangan,” ajak Ketua Ronggomania Tuban, Indra Bagus Burhanudin. (*)

LEAVE A REPLY