Lestarikan Ortrad, Pemkab Tuban Gelar Lomba Tingkat Kabupaten

0
20
Prosesi upacara pembukaan Olahraga Tradisinal (Ortrad) di Lapangan Sepak Bola GOR Ranggajaya Anoraga Tuban.

Konituban.com – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Disparbudpora setempat, mencoba melestarikan dan lebih mengenalkan permainan atau Olahraga Tradisinal (Ortrad) kepada siswa-siswi tingkat SD di Bumi Wali Tuban.

Salah satunya melalui lomba Ortrad tingkat Kabupaten yang diselenggarakan pada Selasa hingga Kamis, (08-10/10/2019) di GOR Ranggajaya Anoraga Jl. Sunan Kalijaga Tuban.

Lomba yang dipusatkan di lapangan Sepak Bola kawasan GOR Ranggajaya Anoraga Tuban ini, diikuti ratusan pelajar SD yang mewakili kecamatan-kecamatan di Kabupaten Tuban. Terdapat 18 dari total 20 Kecamatan di Tuban ikut berpartisipasi pada lomba yang dibuka secara resmi oleh Sekretarsi Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban.

Ada empat kategori permainan tradisional yang dilombakan selama tiga hari ini, yaitu Gobak Sodor, Egrang, Dagongan, dan Terompah Panjang.

Ketua Panitia sekaligus Kabid Olahraga Disparbudpora Tuban, Zainal Magtuhien mengatakan, maksud penyelenggaraan lomba Ortrad tersebut adalah sebagai upaya pelestarian permainan tradisional yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Tujuannya tentu supaya permainan tradisonal ini tetap lestari dan berkembang sebagai budaya nusantara yang tetap lestari,” papar Zainal.

Dijelaskan, perkembangan permainan teknologi atau digital saat ini membuat banyak anak-anak tidak menenali Ortrad yang merupakan budaya asli turun temurun nenek moyang bangsa Indonesia.

Sehingga danya kompetisi ini diharapkan anak-anak bisa lebih mengenal serta bangga dengan permainan tradisional yang mengandung banyak pelajaran moral serta identitas bangsa Indonesia.

Sementara itu, Sekda Tuban, Budi Wiyana menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada seluruh peserta dan stakeholder yang sudah peduli dengan permainan tradisonal ini.

Selain dalam rangka peringatan Haornas, kata Sekda, Pemkab juga akan mengangkat Ortrad agar semakin populer.

“Di mata anak-anak Ortrad saat ini kalah pamor dibandig dengan olahraga lain, khususnya game digital. Karena itu, kita akan membantu Disparbudpora untuk melestarikan permainan tradisional yang sebenarnya membawa manfaat positif bagi generasi muda kita,” bebernya.

Sekda juga menurutnya, Ortrad yang diciptakan turun menurun oleh nenek moyang ini memiliki latar belakang dan nilai luhur karakter bangsa.

“Pembinaan dan pengembangan karakter juga terdapat di Ortrad. Karena itu, Ortrad akan selalu kita lestarikan dan masyarakatkan,” tandasnya. (Cho)

LEAVE A REPLY