KONI Tuban Terapkan Cara Khusus Jalankan Program Ditengah Pandemi Covid 19

2
592
Salah satu atlet Cabor sepeda balap, yang tetap berlatih, tapi di rumah masing-masing dengan pantauan instruksi secara online dari para pelatih.

Konituban.com – Meskipun banyak agenda olahraga ditiadakan dan dibatalkan ditengah menyebarnya wabah Virus Corona (Covid-19), program latihan bagi atlet cabang olah raga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tuban masih terus berlanjut.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tuban, Zaenal Maftuhien menjelaskan, program latihan dilaksanakan dengan prosedur khusus agar sesuai dengan himbauan pemerintah, yakni tentang pembatasan atau jarak fisik (physical distancin).

Salah satunya kegiatan latihan dilaksanakan dirumah masing-masing atlet, dan dilaporkan kepada pelatih oleh masing masing atlet secara online.

”Kegiatan cabor selama pandemi Covid 19, kami sarankan tetap dilakukan dirumah saja, hal ini untuk menjaga kebugaran para atlet. Caranya, pelatih memberikan tugas sesuai program yang telah dibuat. Kemudian para atlet melaporkan foto maupun video latihan agar petalih dapat memantau latihan yang dilakukan,” jelas Zaenal Maftuhien (28/04/2020).

Menurut Zaenal, hingga hari ini belum ada kabar pelaksanaan kompetsi dari induk-induk cabang olahraga yang ada, bahkan beberapa kompetisi yang dijadwalkan dalam tahun ini  ditunda atau ditiadakan.  Diantaranya POPDA Jatim yang ditiadakan tahun ini, dan akan dilaksanakan pada tahun 2021.

“Sesuai edaran, untuk sementara waktu, tidak mengadakan atau mengikuti event olahraga, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional. Info yang kami terima, POPDA Jatim ditiadakan tahun ini, dan akan dalaksanakan di tahun 2021, begitu juga PON dan beberapa Event Olahraga lainya,” imbuh Zaenal.

Adapun latihan rutin secara khusus nampak dilakukan oleh cabang olahraga sepeda balap,  ditengah pandemi Covid 19, sejumlah atlet masih melakukan latihan baik dilakukan di rumah masing masing maupun dilaksanakan di lapangan.

“Untuk latihan kami laksanakan dirumah, untuk diluar rumah sangat kami batasi, khusus MTB latihan biasanya kami laksanakan minimal 4 kali seminggu sekarang hanya satu sampai dua kali, dan tidak rutin melihat kondisi lapangan,” terang Binta Rohani.

Pelatih yang akrab disapa Hanif ini, lebih lanjut menjelaskan, sejak ditetapkan physical distancin oleh pemerintah, menyusul merebaknya Covid19, para atlet hanya melakukan latihan dirumah menggunakan alat roller (Speda Statis). Pemantauan dilakukan Hanif melalui Video call grup dengan para Atlet, maupun kiriman video latihan.

“Kami pantau dari rumah, semaksimal mungkin program latihan tetap kita berikan,  meskipun belum ada kemungkinan kompetisi olahraga ada dalam tahun ini,” katanya. (Uki)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY